Beranda ยป Berita & Info Terkini

Cara Membuat Surat Keterangan Usaha untuk KUR BRI, Contoh dan Cara Mendapatkannya

Pinjaman (KUR) BRI menjadi angin segar bagi banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah () yang membutuhkan tambahan modal. Program ini menawarkan suku bunga rendah dan persyaratan yang relatif mudah, menjadikannya pilihan menarik untuk mengembangkan bisnis. Namun, ada satu dokumen krusial yang seringkali menjadi pertanyaan, yaitu (SKU).

Surat Keterangan Usaha adalah bukti legalitas awal dari sebuah usaha, yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat. Dokumen ini menjadi salah satu syarat utama dalam BRI, menunjukkan bahwa usaha yang dijalankan memang benar adanya dan memiliki izin operasional. Lantas, bagaimana cara mendapatkan SKU ini? Yuk, kita bedah tuntas.

Mengapa SKU Penting untuk KUR BRI?

Sebelum menyelami lebih jauh tentang cara pembuatannya, ada baiknya memahami terlebih dahulu urgensi SKU dalam proses pengajuan . Dokumen ini bukan sekadar formalitas, melainkan memiliki fungsi vital yang mendukung kelancaran aplikasi pinjaman.

Membangun Kredibilitas Usaha

SKU berperan sebagai validasi awal bahwa sebuah usaha itu eksis dan diakui secara resmi. Ini memberikan keyakinan kepada pihak , dalam hal ini BRI, bahwa bisnis yang diajukan untuk pinjaman bukanlah fiktif. Kredibilitas ini sangat penting untuk membangun kepercayaan antara peminjam dan pemberi pinjaman.

Memenuhi Persyaratan Administrasi

Setiap program pinjaman, termasuk KUR BRI, memiliki serangkaian persyaratan administratif yang harus dipenuhi. SKU adalah salah satu dokumen pokok yang wajib dilampirkan. Tanpa SKU, proses pengajuan tidak bisa dilanjutkan.

Memudahkan Verifikasi Oleh Bank

Dengan adanya SKU, bank dapat lebih mudah melakukan verifikasi lapangan atau pengecekan data terkait usaha. Informasi yang tercantum dalam SKU, seperti jenis usaha dan lokasi, menjadi panduan awal bagi bank untuk menilai kelayakan usaha.

Persyaratan Umum Pembuatan Surat Keterangan Usaha (SKU)

Sebelum melangkah ke proses pembuatan, ada beberapa dokumen dan informasi yang perlu disiapkan. Persyaratan ini umumnya berlaku di berbagai daerah, meskipun ada kemungkinan sedikit perbedaan tergantung kebijakan desa atau kelurahan setempat.

Dokumen Identitas Diri

Dokumen ini adalah fondasi utama untuk identifikasi pemilik usaha. Keabsahan identitas menjadi sangat penting dalam setiap proses administrasi.

  1. Kartu Tanda Penduduk (KTP) Asli dan Fotokopi: Pastikan KTP masih berlaku dan fotokopi jelas terbaca.
  2. Kartu Keluarga (KK) Asli dan Fotokopi: Dokumen ini juga diperlukan untuk kependudukan.

Informasi Detail Usaha

Pihak kelurahan atau desa perlu mengetahui secara spesifik mengenai usaha yang dijalankan. Ini termasuk jenis usaha, lokasi, dan deskripsi singkat operasionalnya.

  1. Nama Usaha: Sebutkan nama resmi atau nama dagang usaha.
  2. Jenis Usaha: Klasifikasikan usaha, misalnya perdagangan, jasa, pertanian, atau industri rumahan.
  3. Alamat Usaha: Jika berbeda dengan alamat tempat tinggal, sertakan alamat lengkap lokasi usaha.
  4. Nomor Telepon/Kontak: Informasi kontak yang aktif untuk memudahkan komunikasi.
  5. Deskripsi Singkat Usaha: Jelaskan secara ringkas kegiatan utama usaha.
Baca Juga:  Cara Pengajuan KUR BRI di Website ceria.bri.co.id 2026, Langkah Demi Langkah

Dokumen Pendukung Lainnya (Jika Ada)

Beberapa daerah mungkin meminta dokumen tambahan, terutama jika usaha sudah berjalan cukup lama atau memiliki karakteristik khusus.

  1. Surat Pengantar RT/RW: Meskipun tidak selalu wajib, surat pengantar dari ketua RT dan RW bisa mempercepat proses dan memberikan legitimasi awal.
  2. Bukti Kepemilikan atau Sewa Tempat Usaha: Jika lokasi usaha bukan milik pribadi, sertakan bukti sewa atau perjanjian pinjam pakai.
  3. Foto Lokasi Usaha: Beberapa kelurahan/desa mungkin meminta foto sebagai bukti fisik keberadaan usaha.

Langkah-langkah Pembuatan Surat Keterangan Usaha (SKU)

Proses pembuatan SKU relatif sederhana dan dapat diselesaikan dalam waktu singkat, asalkan semua persyaratan sudah lengkap. Berikut adalah tahapan yang perlu dilalui.

1. Mendapatkan Surat Pengantar dari RT/RW

Langkah awal ini seringkali menjadi gerbang pertama. Surat pengantar dari RT/RW menunjukkan bahwa warga yang bersangkutan memang dikenal di lingkungan tersebut dan memiliki usaha.

  • Kunjungi Ketua RT: Sampaikan maksud untuk membuat SKU dan mohon dibuatkan surat pengantar.
  • Kunjungi Ketua RW: Setelah mendapatkan pengantar dari RT, lanjutkan ke Ketua RW untuk mendapatkan tanda tangan dan stempel.
  • Siapkan Dokumen Pendukung: Biasanya, Ketua RT/RW akan meminta KTP dan KK untuk verifikasi.

2. Mengunjungi Kantor Kelurahan/Desa

Setelah mendapatkan surat pengantar dari RT/RW, langkah selanjutnya adalah mendatangi kantor kelurahan atau desa tempat domisili usaha.

  • Datang ke Bagian Pelayanan: Sampaikan tujuan untuk membuat Surat Keterangan Usaha.
  • Serahkan Dokumen: Berikan semua persyaratan yang sudah disiapkan, termasuk surat pengantar dari RT/RW, KTP, KK, dan informasi usaha.
  • Isi Formulir Permohonan: Petugas akan memberikan formulir yang perlu diisi dengan data diri dan detail usaha. Pastikan mengisi dengan cermat dan benar.

3. Proses Verifikasi Data oleh Petugas

Petugas kelurahan atau desa akan melakukan pengecekan terhadap dokumen dan informasi yang telah diserahkan.

  • Pengecekan Kelengkapan Dokumen: Petugas akan memastikan semua persyaratan sudah terpenuhi.
  • Verifikasi Data: Data yang tercantum dalam formulir akan dicocokkan dengan KTP dan KK.
  • Survei Lapangan (Opsional): Dalam beberapa kasus, petugas mungkin akan melakukan survei ke lokasi usaha untuk memastikan kebenaran informasi. Ini biasanya terjadi jika ada keraguan atau untuk usaha dengan skala tertentu.

4. Penerbitan Surat Keterangan Usaha (SKU)

Jika semua persyaratan lengkap dan verifikasi berjalan lancar, SKU akan segera diterbitkan.

  • Penandatanganan: SKU akan ditandatangani oleh Lurah atau Kepala Desa.
  • Pemberian Stempel: Dokumen akan distempel resmi sebagai tanda legalitas.
  • Pengambilan SKU: SKU yang sudah jadi bisa langsung diambil. Pastikan untuk memeriksa kembali semua informasi yang tercantum di dalamnya.

5. Fotokopi dan Arsip Dokumen

Setelah mendapatkan SKU, ada baiknya untuk segera membuat beberapa salinan.

  • Fotokopi: Buatlah beberapa salinan SKU untuk keperluan arsip pribadi dan pengajuan ke berbagai instansi, termasuk BRI.
  • Simpan Dokumen Asli: Selalu simpan SKU asli di tempat yang aman.

Contoh Format Surat Keterangan Usaha

Memahami format SKU dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai informasi apa saja yang akan tercantum di dalamnya. Meskipun format bisa sedikit berbeda antar daerah, umumnya akan memuat poin-poin penting berikut.

Kop Surat Resmi Kelurahan/Desa
[Logo Pemerintah Daerah]
PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA [Nama Kabupaten/Kota]
KECAMATAN [Nama Kecamatan]
KELURAHAN/DESA [Nama Kelurahan/Desa]
Alamat: [Alamat Lengkap Kelurahan/Desa]


SURAT KETERANGAN USAHA
Nomor: [Nomor Surat]

Yang bertanda tangan di bawah ini, Lurah/Kepala Desa [Nama Kelurahan/Desa], Kecamatan [Nama Kecamatan], Kabupaten/Kota [Nama Kabupaten/Kota], dengan ini menerangkan bahwa:

  1. Nama Lengkap: [Nama Lengkap Pemilik Usaha]
  2. Nomor Induk Kependudukan (NIK): [Nomor NIK Pemilik Usaha]
  3. Tempat, Tanggal Lahir: [Tempat, Tanggal Lahir Pemilik Usaha]
  4. Jenis Kelamin: [Jenis Kelamin]
  5. Agama: [Agama]
  6. Pekerjaan: [Pekerjaan (misalnya: Wiraswasta)]
  7. Alamat Lengkap: [Alamat Lengkap Pemilik Usaha sesuai KTP]

Adalah benar warga kami yang berdomisili di alamat tersebut di atas, dan memiliki usaha sebagai berikut:

  1. Nama Usaha: [Nama Usaha]
  2. Jenis Usaha: [Jenis Usaha, contoh: Perdagangan Makanan, Jasa Jahit, Pertanian]
  3. Alamat Usaha: [Alamat Lengkap Lokasi Usaha]
  4. Sejak Tahun: [Tahun Dimulainya Usaha]
  5. Keterangan: Usaha tersebut benar adanya dan beroperasi di wilayah hukum Kelurahan/Desa [Nama Kelurahan/Desa].
Baca Juga:  7 Dokumen yang Harus Disiapkan untuk KUR BRI Agar Pengajuan Tidak Ditolak

Surat Keterangan Usaha ini dibuat untuk keperluan [Tujuan Pembuatan Surat, contoh: Pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI] dan agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

[Tempat, Tanggal Pembuatan Surat]

LURAH/KEPALA DESA [Nama Kelurahan/Desa]

(Tanda Tangan dan Stempel Resmi)

[Nama Lengkap Lurah/Kepala Desa]

Biaya dan Waktu Pembuatan SKU

Salah satu kabar baiknya adalah proses pembuatan Surat Keterangan Usaha umumnya tidak dipungut biaya alias gratis. Ini adalah kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah untuk mendukung kemudahan berusaha bagi UMKM.

Biaya Pembuatan

Secara umum, pembuatan SKU di kelurahan atau desa tidak dikenakan biaya. Namun, perlu diingat bahwa mungkin ada biaya sukarela untuk fotokopi dokumen atau biaya administrasi kecil yang tidak resmi. Penting untuk memastikan kebijakan di kantor kelurahan/desa setempat.

Waktu Proses

Waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan SKU bisa bervariasi, tergantung pada kecepatan pelayanan dan kelengkapan dokumen.

Tahapan Proses Estimasi Waktu (Hari Kerja) Keterangan
Pengantar RT/RW 0 – 1 Tergantung ketersediaan Ketua RT/RW
Pengajuan di Kelurahan/Desa 1 – 3 Termasuk verifikasi dan penerbitan
Total Estimasi 1 – 4 Bisa lebih cepat jika semua dokumen lengkap dan lancar

Disclaimer: Estimasi waktu ini bersifat perkiraan dan dapat berubah tergantung kebijakan dan prosedur masing-masing kantor kelurahan/desa, serta kondisi di lapangan.

Mempersiapkan Dokumen untuk Pengajuan KUR BRI Setelah Mendapatkan SKU

Setelah SKU di tangan, langkah selanjutnya adalah menyiapkan dokumen lain yang diperlukan untuk pengajuan KUR BRI. SKU hanyalah salah satu dari sekian banyak persyaratan.

Dokumen Umum yang Diperlukan

Ini adalah daftar dokumen standar yang umumnya diminta oleh BRI untuk pengajuan KUR.

  1. Fotokopi KTP Pemilik Usaha: Dan pasangan (jika sudah menikah).
  2. Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
  3. Fotokopi Surat Nikah/Cerai: (jika sudah menikah/cerai).
  4. Surat Keterangan Usaha (SKU): Asli atau fotokopi yang sudah dilegalisir.
  5. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP): Untuk pinjaman di atas nominal tertentu, biasanya di atas Rp 50 juta.
  6. Fotokopi Rekening Bank: Rekening tabungan atau giro, lebih baik jika sudah punya .
  7. Laporan Keuangan Sederhana: Gambaran singkat mengenai pendapatan dan pengeluaran usaha.
  8. Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK): Untuk beberapa jenis KUR atau nominal pinjaman tertentu, IUMK bisa menjadi pengganti SKU atau dokumen pendukung.

Tips Tambahan untuk Pengajuan KUR BRI

Agar proses pengajuan KUR BRI berjalan lebih mulus, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan.

  • Rencanakan Penggunaan Dana: Punya rencana yang jelas tentang bagaimana dana KUR akan digunakan untuk mengembangkan usaha.
  • Jaga Baik: Jika sebelumnya pernah memiliki pinjaman, pastikan riwayat pembayaran selalu lancar.
  • Pahami Jenis KUR: BRI memiliki beberapa jenis KUR (Mikro, Kecil, TKI). Pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan skala usaha.
  • Konsultasi dengan Petugas BRI: Jangan ragu untuk bertanya langsung kepada petugas BRI mengenai persyaratan dan prosedur terbaru.

Perbedaan SKU dengan IUMK dan NIB

Dalam dunia perizinan usaha, ada beberapa istilah yang seringkali tumpang tindih, seperti SKU, IUMK, dan NIB. Penting untuk memahami perbedaannya agar tidak salah dalam pengurusan dokumen.

Surat Keterangan Usaha (SKU)

SKU adalah dokumen paling dasar dan paling mudah didapatkan. Fungsinya sebagai bukti legalitas awal bahwa seseorang memiliki usaha.

  • Penerbit: Kelurahan atau Desa.
  • Sifat: Bukti keberadaan usaha, seringkali untuk usaha mikro atau rumahan.
  • Persyaratan: KTP, KK, surat pengantar RT/RW.
  • Cakupan: Sangat terbatas, hanya sebagai pengakuan lokal.

Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK)

IUMK adalah izin usaha yang lebih formal dibandingkan SKU, tetapi masih ditujukan untuk usaha mikro dan kecil. IUMK memberikan perlindungan hukum dan akses ke .

  • Penerbit: Kecamatan atau melalui sistem Online Single Submission (OSS).
  • Sifat: Izin operasional resmi untuk UMKM.
  • Persyaratan: KTP, KK, SKU (terkadang), NPWP (jika ada).
  • Cakupan: Lebih luas dari SKU, bisa digunakan untuk pengajuan pinjaman bank dan program pemerintah.

Nomor Induk Berusaha (NIB)

NIB adalah identitas pelaku usaha yang diterbitkan melalui sistem OSS. NIB berfungsi sebagai pengganti berbagai izin dasar (izin usaha, izin lokasi, izin lingkungan, IMB) untuk memulai kegiatan usaha.

  • Penerbit: Sistem Online Single Submission (OSS) melalui Kementerian Investasi/BKPM.
  • Sifat: Identitas tunggal untuk semua jenis usaha (perorangan, badan usaha) dan semua skala (mikro hingga besar).
  • Persyaratan: KTP, NPWP, alamat email, nomor telepon.
  • Cakupan: Paling luas, menjadi dasar untuk mendapatkan izin-izin lanjutan dan akses ke berbagai fasilitas usaha.
Baca Juga:  BI Checking untuk KUR BRI, Apakah Dicek dan Berapa Skor Minimal yang Aman?

Dalam konteks pengajuan KUR BRI, SKU seringkali sudah cukup untuk usaha mikro dengan plafon pinjaman tertentu. Namun, untuk pinjaman dengan nominal lebih besar atau jika ingin memiliki legalitas yang lebih kuat, IUMK atau NIB akan lebih direkomendasikan.

Penutup

Membuat Surat Keterangan Usaha (SKU) adalah langkah awal yang fundamental bagi para pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya, terutama melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Prosesnya yang relatif mudah dan tanpa biaya menjadikannya pilihan yang sangat membantu. Dengan SKU di tangan, pintu akses ke permodalan dan dukungan lainnya akan terbuka lebih lebar. Jadi, jangan tunda lagi untuk mengurusnya dan bawa usaha ke level berikutnya.

FAQ

Pertanyaan Umum Seputar Surat Keterangan Usaha (SKU) dan KUR BRI

Apakah SKU wajib untuk semua jenis KUR BRI?

SKU umumnya wajib untuk pengajuan KUR Mikro dan KUR Kecil, terutama bagi pelaku usaha perorangan yang belum memiliki izin usaha yang lebih formal seperti IUMK atau NIB. Untuk KUR TKI, persyaratannya sedikit berbeda karena fokus pada calon pekerja migran.

Berapa lama masa berlaku Surat Keterangan Usaha?

Masa berlaku SKU bervariasi tergantung kebijakan masing-masing kelurahan atau desa, ada yang berlaku satu tahun dan perlu diperbarui, ada pula yang berlaku selama usaha masih berjalan. Sebaiknya tanyakan langsung kepada petugas saat mengurus.

Bisakah saya mengajukan SKU jika usaha saya belum berbadan hukum?

Ya, Surat Keterangan Usaha (SKU) memang ditujukan untuk usaha perorangan atau usaha mikro yang belum berbadan hukum. Ini adalah legalitas paling dasar sebelum mengurus izin yang lebih kompleks.

Apakah ada alternatif selain SKU untuk pengajuan KUR BRI?

Alternatif SKU adalah Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) atau Nomor Induk Berusaha (NIB) yang didapatkan melalui sistem OSS. Dokumen-dokumen ini memiliki kekuatan hukum yang lebih tinggi dan bisa menjadi pengganti SKU, atau bahkan lebih disukai oleh bank untuk nominal pinjaman tertentu.

Bagaimana jika usaha saya berpindah lokasi setelah mendapatkan SKU?

Jika usaha berpindah lokasi, sebaiknya segera mengurus pembaharuan SKU dengan alamat yang baru di kelurahan atau desa setempat. Hal ini penting agar data yang tercantum dalam SKU tetap akurat dan sesuai dengan kondisi usaha.

Apakah saya perlu memiliki rekening BRI sebelum mengajukan KUR?

Tidak wajib, tetapi memiliki rekening BRI bisa mempermudah proses pengajuan dan pencairan dana KUR. Bank biasanya akan menyarankan untuk membuka rekening BRI jika belum punya.

Apakah SKU bisa dibuat secara online?

Beberapa daerah mungkin sudah memiliki sistem pelayanan online untuk pengurusan surat-menyurat, termasuk SKU. Namun, secara umum, proses pembuatan SKU masih memerlukan kunjungan langsung ke kantor kelurahan atau desa. Untuk IUMK dan NIB, prosesnya sudah sepenuhnya online melalui sistem OSS.

Apa yang harus dilakukan jika permohonan SKU ditolak?

Jika permohonan SKU ditolak, tanyakan alasan penolakannya secara jelas kepada petugas. Biasanya penolakan terjadi karena persyaratan yang tidak lengkap atau ada ketidaksesuaian data. Lengkapi kekurangan yang diminta dan ajukan kembali.

Nabila Putri Rahayu
Penulis Konten & Lifestyle Writer โ€ข [email protected] โ€ข Web โ€ข  More Posts

Nabila Putri Rahayu adalah lifestyle writer muda yang gemar memasak, menulis, dan mengikuti tren kekinian. Di desaterapung.id, Nabila menghadirkan konten resep, kuliner nusantara, dan gaya hidup yang segar dan relatable untuk semua kalangan.